Teori Koneksionisme Thorndike

BloggerMalas.ID - Teori Koneksionisme Thorndike. Siapakah Thorndike? beliau adalah tokoh pendidikan yang terkenal dengan Teori Koneksionisme. Thorndike dilahirkan di Williamsburg, Massachusetts tahun 1874. Universitas Wesleyen dan kemudian Universitas Harvard telah membentuk ide-ide Thorndike mengenai psikologi.


Dalam melakukan eksperimennya, pilihan pertamanya mengadakan penyelidikan terhadap anak-anak (human learning) tetapi kemudian lingkungannya membuat ia mulai mempelajari binatang (animal learning) sebagai penggantinya. Percobaan pada binatang digunakan untuk membuktikan teorinya. Berdasarkan pada serentetan studi mengenai ayam dan kucing Thorndike mengkonsepsikan aktivitas problem solving binatang dengan istilah asosianistis. Melalui murid muridnya dan sejumlah besar kertas kerja dan bukunya, Thorndike secara serentak memberi pcngaruh dasar pada penelitian psikolog belajar dan penerapan praktis di dalam psikologi pendidikan.

Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi anatara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. Teori belajar ini disebut teori “connectionism”. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Ciri-ciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas, ada berbagai respon terhadap berbagai situasi, adal eliminasai terhadap berbagai respon yang salah, ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Thorndike menemukan hukum-hukum.

1 Hukum kesiapan (Law of Readiness)
Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat.

2 Hukum latihan
Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat.

3 Hukum akibat
Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibanya tidak memuaskan.

0 comments