Tips mengatasi Klik Bom Google Adsense

Tips mengatasi Klik Bom Google Adsense - Seperti yang mungkin kebanyakan blogger ketahui, mendaftar program google adsense itu susah-susah gampang. Ada yang sekali mendaftar langsung diterima, ada juga yang sudah mendaftar puluhan kali tapi tetap di tolak.. mungkin ada hubungannya dengan tingkat kegantengan seseorang, hahaha..kidding..

Hal ini terjadi biasanya karena blogger tersebut tidak paham benar apa syarat dan ketentuan yang harus di penuhi sebelum mendaftar.

Nah karena mendaftar adsense itu susah dan banyak syarat serta ketentuannya, biasanya para blogger sangat berhati-hati dalam mengelola blog, termasuk dalam hal promosi.

Ada Banyak alasan kenapa blogger yang menggunakan program adsense cenderung merahasiakan alamat blognya, salah satunya yang menurut saya paling penting adalah alasan keamanan dari akun adsense itu sendiri.

Seperti yang baru saja terjadi pada saya pagi ini jam 6.30 wib (26/09/2016), adsense saya di salah satu blog (bukan http://www.rangga.web.id/)  terkena click boombing. Seseorang telah dengan sengaja mengklik iklan adsense saya sebanyak 1200 kali dengan alamat IP yang sama, pada halaman yang sama dan dalam rentang waktu tertentu. Sudah pasti hal seperti ini melanggar ketentuan dan tidak di benarkan oleh google, yang ujung-ujungnya akan berdampak pada penutupan akun adsense atau Banned.



Tips mengatasi Klik Bom Google Adsense

Mendapati hal yang tidak wajar, saya pun segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. berikut langkah-langkah yang sobat blogger bisa ikuti.

1. Lepas Iklan Google Adsense

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi klik bom adalah dengan segera melepas iklan adsense. Namun kelemahan cara ini adalah jika si pelaku tidak reload/refresh halaman blog, maka iklan tetap tampil dan kemungkinan klik bom tetap berlanjut.

2. Menghapus Otoritas Situs Penayang Adsense

Jika sobat blogger belum mengaktifkan fitur otoritas situs di adsense, maka segera aktifkan karena fitur ini sangat bermanfaat. fitur ini bertujuan hanya memberikan otoritas penayangan iklan pada blog yang kita setujui. Jadi misalkan di blog tersebut kita curiga ada aktifitas tidak wajar seperti klik bom misalnya, maka segera cabut otoritas iklan di blog tersebut. iklan akan tetap tayang tapi setiap klik yang terjadi akan di abaikan oleh pihak google.



3. Segera Melapor Invalid Click ke Google

Jika klik bom sudah terlanjur terjadi,segeralah melaporkan hal tersebut kepada google melalui link berikut ini:

https://support.google.com/adsense/contact/invalid_clicks_contact?hl=id

isi semua kolom dalam formulir tersebut sedetail mungkin, jika sobat blogger telah mengintegrasikan google adsense dengan google analytics, maka tidak akan kesulitan untuk mengetahui halaman mana, iklan yang mana, dan pada jam berapa serangan itu terjadi.

Jika sobat telah melakukan langkah-langkah diatas, maka selebihnya biarkan google bekerja dan menginvestigasi aktivitas yang tidak wajar ini. Biasanya penghasilan dari hasil klik bom akan di anulir oleh google tanpa memberikan konfirmasi apa-apa, kecuali ada hal serius yang terjadi pada akun adsense tersebut. Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat..

Katanya Ilmu itu Harus Gratis? Sekolah dimana sih Ente Dulu?

Siang itu saya sedang berselancar ria di facebook, baca-baca status para mastah blogger (baca: master blogger), soalnya teman saya di facebook kebanyakan blogger. setelah scroll atas-bawah.. atas-bawah.. atas-bawah.. aaahh.. ahh.. aaahhh..#apasiih hahaa... eitts tiba-tiba mata saya tertuju pada status salah seorang blogger yang ngakunya siiih, kayanya siiiiih mastah, tapi tau dah, mastah apa mastin? soalnya susah bedain dia sama ekstrak kulit manggis hahaha.. sorry bro its a joke. berikut penggalan statusnya :



Nah entah kenapa kok hati saya merasa terganggu dengan status tersebut, seolah-olah gak terima, jiwa saya gak tenang, mau komen tapi nanti malah merusak reputasi saya sebagai silent reader terus saya di ejek sebagai blogger mental gratisan.. hahahaha.. >_<

Saya jadi teringat, dulu waktu saya masih kuliah, saya punya kawan yang sangat giat belajar, orangnya kritis, semua buku dilahap, semua orang diajak berdiskusi, menurut dia semua orang itu guru. Ah.. saya pun terkagum-kagum padanya. Bukan hanya karena semangat belajarnya, bukan hanya karena kepintarannya, tidak hanya itu. Pernah suatu ketika saya bertanya : bro sebenernya apa sih tujuan lu belajar? dia pun menjawab dengan mantap : "tujuan gue belajar, supaya gue bisa bagi ilmu gue buat semua orang yang belum memiliki kesempatan untuk belajar". JLEEB.. dari situlah sepertinya orientasi belajar saya berubah

Jika di telusuri lebih dalam, perkataannya tentu tidaklah salah, apa lagi jika dikaitkan dengan tujuan dan hakikat belajar itu sendiri. Atau jika dikaitkan dengan status facebook yang saya bahas di awal, maka pertanyaannya adalah, apa sih sekolah, mengapa sekolah, dan apa tujuannya sekolah. Berikut sedikit ulasan dari saya tentang itu semua.

Sejarah Sekolah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekolah memiliki arti : bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. tapi pernahkan terpikirkaan oleh teman-teman kenapa harus ada sekolah, dari mana sekolah berawal.? ini sering luput dari perhatian kita. karena sebenarnya, dalam bahasa aslinya, yakni kata skhole, scola, scolae atau schola (Latin), kata itu secara harfiah berarti “waktu luang” atau “waktu senggang”. Pada zaman Yunani kuno, masyarakat mempergunakan waktu luang yang mereka miliki untuk mendatangi suatu tempat atau mengunjungi seseorang yang pandai dalam hal tertentu. Mereka berbagi ilmu pengetahuan yang menurut mereka penting dan dibutuhkan. Gratiss broo gak pake bayar.. :p

Hari ini, sekolah sebagai institusi pendidikan, memiliki tugas untuk memberikan pendidikan/pembelajaran/tranformasi ilmu kepada masyarakat seperti yang telah di atur oleh undang-undang, dan menjadi kewajiban negara agar semua warganya mendapatkan pendidikan yang layak.

Kenapa Ilmu itu Harus Gratis?? Kenapa nggak!
Terus kenapa musti gratis? yang pertama adalah kembali ke hakiakat dari pendidikan itu sendiri, yang ke dua seperti yang sudah saya sebutkan diatas, mendapatkan pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan merupakan kewajiban pemerintah untuk memastikan setiap warga negaranya mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah gratis sudah banyak di terapkan di negara-negara lain, saat ini pun sudah mulai diterapkan di Indonesia, meskipun masih banyak embel-embel uang ini-itu.

Sedangkan bagi kita sebagai individu, pada dasarnya mengolah ilmu dan mengamalkan ilmu adalah aktivitas dalam pemenuhan tuntutan fitrah manusia. Ilmu harus mampu memanusiakan manusia seutuhnya, dan mampu mencegah, membentengi, dan melindungi dari setiap upaya yang melanggar hak asasi manusia. bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Kesimpulan
Silahkan disimpulkan masing-masing, saya yakin teman-teman memiliki pendapat tersendiri mengenai hal ini. Tapi ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan disini, buat teman-teman yang jualan ilmu, silahkan tidak ada larangan, namun saya agak kurang setuju dengan sebutan mental gratisan. berikut alasan saya :

  1. ilmu itu harus gratis, karena datangnya dari yang di Atas.
  2. Kamu mau berbagi atau tidak, itu terserah kamu, bahkan mau jual ilmu yang kamu punya pun silahkan, tapi tidak dengan merendahkan orang lain
  3. Bertanya adalah proses belajar, orang bodoh yang banyak tanya tentu lebih baik dari pada diam saja, karna lama-lama tentu bisa menjadi pintar, atau setidaknya ilmunya akan bertambah. Jika kamu bisa (ridho dan ikhlas) jawab pertanyaannya, silahkan jawab, jika tidak, tidak perlu men-stereopte dengan sebutan "mental gratisan.".

Gak semua orang mampu bayar sekolah, beli buku tulis, beli text book, sepatu, tas dll.. oh teman ucapanmu yang menyatakan "Katanya sih ilmu itu harus gratis, oh gitu ya? terus Ente sekolah gratis ya dulu? sekolah dimana sih ente gratisnya?" - sungguh-sungguh sangat melukai hati saya. Terus terang saya termasuk salah satu orang yang tidak mampu meneruskan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi karena kesulitan biaya. Lantas apakah karena kesulitan tersebut kemudian membuat saya menjadi hina, atau apakah kemudian membuat saya kehilangan semangat untuk terus belajar?. saya rasa jawabannya tentu tidak..

Mari terus belajar, mari terus berbagi. tulisan ini hanya sebagai renungan untuk saya pribadi, tidak lebih.. no offense!!

Di Warnet ini Boleh Bayar Pake Permen!!

yups back on the blog hehe.. sebagai orang yang menggantungkan hidupnya di media online, saya tidak memiliki jam kerja yang saklek seperti para pekerja kantoran. saya bahkan memiliki lebih banyak waktu luang dan lebih sering berada dirumah. Namun belakangan ini saya lagi seneng-senengnya keliling kota dan memperhatikan banyak hal.. jadi penonton itu memang seru.. hahaha..

Semenjak saya keliling-keliling, saya jadi tahu banyak hal yang sebelumnya luput dari perhatian.Dari yg bikin ngakak, bikin garuk-garuk kepala, bikin heran, bikin marah, bikin ngurut dada.. sampe yg bikin terenyuh dan hampir rembes mili... wkwkwkw..

Nah yang satu ini baru saja saya alami kemarin (11/06/2014). Ceritanya pas lagi muter-muter ada seorang Client saya yang telpon menanyakan kenapa websitenya error, tanpa pikir panjang saya belokan motor saya ke sebuah warnet yang dulu pernah jadi langganan saya. Namanya : "Cyber net". lokasinya ada di jalan masuk kampus Unila. ada yang tau? :D



Singkat cerita saya langsung masuk dan online, oke SKIP >> Work Done, saatnya kembali ke jalan.
Namun ada yang lucu waktu saya bayar warnet tersebut. sang operator memberi saya uang kembalian beserta beberapa biji permen tanpa mengucapkan sepatah katapun. saya yang keherananpun langsung tanya.

saya : Apa ini mas??
OP : itu kembaliannya.. (sambil muka tidak menoleh dan tetap fokus ke layar monitor)
saya : kok permen, saya gak beli permen??
OP : ya elah mas seribu - dua ribu aja dipermasalahain.. (sambil tanpa ekspresi)
saya : oh gitu.. yaudah ambil aja kembaliannya mas.. (langsung pergi) :p


Wow saya langsung shock mendengar ucapannya yang tanpa ekspresi itu. Sebenarnya bukan uang seribu atau dua ribunya yang saya permasalahkan. namun cara penyampaiannya. banyak warung atau rumah makan bahkan super market yang mengunakan cara seperti itu, namun penyampaiannya jelas. mereka biasanya bertanya terlebih dahulu, "mas kembaliannya tidak ada, di ganti permen aja gak apa-apa ya mas?". saya lebih hargai yang seperti itu.

Saya sendiri memiliki prinsip bahwa sebutir beras pun dapat mempengaruhi timbangan. bukan berarti saya pelit. tapi justru saya menghargai hal-hal kecil dan sederhana yang mungkin bagi sebagian orang tidak ada artinya. Karena menurut saya hal-hal besar sekalipun di mulai dari hal-hal yang terkecil.

Jadi kesimpulannya kalo besok-besok saya ke warnet ini lagi, saya akan siapkan permen sebagai bayarannya.. hahaha.. oh iya dan kalo di tanya kok permen, tinggal jawab aja, "ya elah mas seribu - dua ribu aja dipermasalahain.. #langsungKabooor

INFO : ada 2 OP yang saya tau di warnet ini
1. mbak cantik yang baik di pagi hari
2. mas-mas jutek tukang permen menjelang sore. ini tersangka kita.. hahaha.. :D